Hari itu, awal bulan Februari, hampir semua saluran tv memberitakan bagaimana malam sebelumnya air menyerbu Jakarta. Di mana-mana air tergenang tinggi. Wajah-wajah orang-orang yang kesusahan, anak-anak kedinginan, menunggu pasokan makanan. Sedih dan cemas dibarengi kesal dan gemas, "gimana sih pemerintah! dari dulu begini aja kejadiannya!!".
Singkat kata semua perasaan campur aduk itu akhirnya mendorong aku mengkoordinir dapur umum di rumah. Awalnya sih masih amatiran, biaya sendiri, dan dikerjakan oleh sumber daya manusia yang ada di rumah saja. Namun begitu berita ini sampai ketemanku, Nini, luar biasa, berita ini bergulir ke banyak teman-teman lain, sampai kami akhirnya dapat membiayai pasokan makanan untuk 300 orang perhari, selama seminggu.... Subhanallah, Alhamdulillah, lihat wajah-wajah bahagia mereka menerima bantuan:
No comments:
Post a Comment